Minggu, 01 Februari 2009

Motivasi 20090201


Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana harus memulai sebuah usaha. Jawabannya pun beraneka. Ada yang harus cari modal dulu, ada yang harus mempelajari pasar, bahkan yang ekstrim ada yang mengatakan modalnya nekad saja! Semuanya tak salah. Sebab, dari mana saja mau mulai berwirausaha, asal punya niat, tekad, ketekunan, keuletan, semangat tak mudah menyerah, pasti akan ada hasil yang dicapai.

Banyak contoh nyata orang yang bermodal nekad bisa jadi pengusaha sukses. Tak sedikit pula pengusaha yang berawal dari persiapan matang akhirnya benar-benar sukses membesarkan usahanya. Salah satu contoh nyata, orang yang berkemauan kuat dan bisa sukses berkat kerja kerasnya yakni Andrie Wongso. Meski dari keluarga miskin, dengan prinsip: "Sukses adalah hak saya" ia mampu menjadi pengusaha sukses hingga kini.

Apa yang dilakukan Andrie Wongso dan banyak pengusaha sukses lain ini bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, "When there is a will, there is a way." Nah, lantas, jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni? Pilihannya sangat beragam. Untuk mengeksplorasi jenis usaha apa saja yang bisa ditekuni sebenarnya cukup gampang. Modalnya hanyalah ATM, yakni Amati, Tirukan, dan Modifikasi.
1.Amati.
Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat sekeliling Anda. Ada banyak bertebaran jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti oleh orang lain, maupun usaha-usaha yang menurut Anda masih jarang yang disentuh orang lain. Atau, dari pengamatan itu, barangkali Anda bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis yang baru.
Ambil contoh, lihat kendaraan berseliweran di jalanan. Kalau Anda bisa utak-atik kendaraan, kenapa tidak coba buka usaha bengkel? Biar lebih spesifik layanannya, buat bengkel yang siap dipanggil kapan saja, kalau perlu 24 jam!
2.Tirukan.
Untuk menjalankan bisnis yang berhasil, coba tirukan bisnis yang ramai mendapat pelanggan di sekitar Anda. Misalnya Anda melihat pedagang bakso yang ramai. Coba, lihat apa yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau mungkin pelayanannya yang unik. Tirukan saja, apa kunci sukses yang membuatnya ramai.

Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti.
3.Modifikasi.
Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik, contoh bikin bakso yang kotak, atau bakso yang dibakar. Gunakan pula promosi yang unik. Misalnya beri kejutan gratis bayar untuk konsumen mangkuk ke-100, serta berbagai jenis promosi unik lainnya.
Bagaimana, sudah mulai mendapat gambaran? Yang penting, jika sudah menemukan jenis usaha yang ingin Anda geluti, segera take action! Lakukan dengan sepenuh hati dan terjuni dengan tekad kuat agar berhasil. Ingat. Peluang ada di mana-mana, tapi peluang baru benar-benar jadi uang kalau Anda mau mewujudkannya.

Agoeng Widyatmoko
Penulis adalah konsultan independen usaha kecil (UKM). Jika ingin mencari peluang lain untuk jadi entrepreneur, dapat membaca buku tulisan Agoeng berjudul 100 Peluang Usaha, Peluang Usaha untuk Anak Muda, Peluang Usaha untuk Ibu Rumah Tangga, dan Peluang Usaha untuk Pensiunan.
Kunjungi selalu www.andriewongso.com

Sabtu, 24 Januari 2009

Titipan




Selamat Pagi,

Hai teman-teman, akbar mau menyampaikan salam buat teman-teman yang merayakan Imlek.

Semoga teman-teman masih mau bersyukur dengan apa yang diterima sampai saat ini.

Apa yang kita dapat, apa yang kita raih saat ini hanyalah titipan sementara, yang nantinya akan kembali kepada yang Kuasa.

tentu teman teman ingat kita berasal dari apa dan akan kembali seperti apa. Ingat teman, karena titipan, maka kita sebaiknya memelihara dan mengembangkan apa yang kita dapat selama ini. Hanya belajar untuk mengajarkan kita sudah menjadi bagian tersebut.

Salam Akbar

Senin, 12 Januari 2009

Guru

Kehidupan bagai hula hoop, yang kalau diikuti sungguh menyenangkan. Tetapi kalau didiamkan, hanyalah hiasan yang tak ada nilainya. Suatu hari aku bertanya pada guruku, "Guru, bolehkah aku mendapatkan agenda guru". Tampak raut wajah guru begitu kaget mendengar kata yang tak pernah didengungkan, bahkan dalam obrolan itu sang guru malah balik bertanya. "Untuk Apa !!! kelihgatannya tidak mengerti apa yang aku maksud. Aku tambah tercengang, dan teringat pesan guru " Ketika guru sedang mengajarkan tentang Customer Excellence". Siapa yang jadi raja siapa yang jadi pelayan, tidak pernah bersatu dalam satu.

Ingatkah kawan ? sebenar-benarnya kita harus menjadi pelayan dan kita juga harus menjadi raja!! hanya kapan waktu itu datang ? kita lah yang mengaturnya.!!!

Salam

Sabtu, 22 November 2008

Mencatat Agenda

Cerita Pendek Sekali

Dwi punya rencana mengikuti survey tempat yang akan dilaksanakan pada hari minggu. Sementara Tri yang mengajak survey mengatakan bahwa rencana pemberangkatan dengan Pak Catur pada jam 09.30. Kesepakatan pun terjadi antara Dwi dan Tri dua hari sebelum pemberangkatan survey.

Pada hari H -nya, Dwi memulai aktifitasnya di pagi hari. Dengan senyum dan semangatnya, samapai semalaman kurang tidur saking banyaknya tugas yang diembannya. Setelah mandi, sambil menunggu kedatangan sinar matarai, Dwi berbaring dan leeeeepppppsss mata tertutup dan terus tak sadarkan diri. Bel berbunyi berkali-kali, Dwi tak berkutik dengan mata tertutupnya. Bahkan hanya meraih HP nya dan segera tekan sembarang tombol, tanpa melihat mana yang ditekan.

Akhirnya jam 09.00 pun dwi terbangun dari mimpi indahnya, waw.... Harus beres-beres nih. Siap-siap cuci muka dan cari sarapan. Sambil menunggu, menit-demi menit di lihat nya jam didinding. Hingga suatu ketika jarum menunjuk 10.15, Dwi mencoba untuk menelpon temannya, Kriiiiing. Halo Assalamualaikum. Terdengar indah dan hati terasa sejuk. "Kemana aja, ditelpon gak diangkat?, sambung Tri. Sambil mengernyitkan dahinya, Dwi berkata "Maaf, baru bangun jam 09.00, katanya berangkat jam 09:30 an ?.

Dengan sabarnya Tri menjelaskan, bahwa ada perubahan jadwal pemberangkatan survey. Dimana bahwa yang berkepentingan merubah agenda yang telah tercatat menjadi lebih maju menjadi jam 08:30. Karena tingkat kepentingan yang lebih efektif, sehingga harus dimajukan 1 jam lebih awal. Dwi hanya terdiam dan tersipu malu. Oke deh, Dwi yakin bahwa jam 10:15 saat itu mereka telah sampai di tujuan. "Oke kita bicarakan nanti sore, setelah Tri dan Pak Catur melakukan survey".

Sharing Knowledge:
Apa yang dapat dipetik dari cerita ini ?

HAA

Jumat, 21 November 2008

HAA

HAA

Dua puluh Lima Bulan Dua di Tahun Dua Ribu Delapan
Tepat jarum jam menunjukan bersama di arah dua belas
Sejenak kemudian berteriaklah Sang Bayi
Mengumandangkan keseluruh dunia dengan suaranya yang lantang
Hingga ke negeri seberang

Dengan berat tiga koma satu dan panjang empat koma tujuh
Terbungkus hangat di tangan sang penolong
Terkumandang Alhamdulillah Puji Syukur
Harapan dan impian mendekati bumi.
Hari ini atau esok, penuh dengan Fitrah Mu.

HAA

AKBAR

Rindu

Aku kembali dalam bentangan waktu
Ketika hati terlena dengan kehidupan yang lalu
Bumi dan bulan yang menjadi saksi bisu
Aku kembali dalam rentangan masa
Rasa rindu ingin pulang

HAA

Rabu, 19 November 2008

HILMAN

MANUSIA

Hidup penuh uji dan pahala
Insan yang tak pernah mengalah dan mengaku salah
Lupa akan diri sesungguhnya hanyalah Ciptaan_Nya

Manusia yang tak pernah mengalah dan mengaku salah
Amanat yang tak pernah disadari akan lahirnya di dunia ini
Nanti kelak, di akhir jaman penuh dengan pengadilan

HAA